NENEK — dalam Bahasa Indonesia, itulah sebutan untuk ibu dari orang tua kita.
Seorang nenek membawa kehangatan, perhatian, dan kebijaksanaan yang tenang. Ia terhubung dengan bumi, dengan tangan-tangan yang membuat, dengan ritual yang diwariskan, dan dengan hal sederhana: membuat orang merasa seperti di rumah sendiri.
NENEK adalah rumah untuk kenyamanan, karya tangan, dan upacara.
Di lantai bawah, kita berkumpul di sekitar kopi, kakao, dan teh — tempat untuk berhenti sejenak, bertemu, berbagi, dan merasa betah.
Di lantai atas ada ALON-ALON.
Ruang untuk melambat, berkarya, dan bekerja dengan tangan. Tempat untuk lokakarya, pewarna alami, membuat dengan sadar, berbagi pengetahuan, dan pertemuan kreatif.
Kami percaya ada nilai dalam meluangkan waktu.
Dalam membuat sesuatu perlahan-lahan.
Dalam belajar sambil melakukan.
Dalam menggunakan tangan kita.
Dalam duduk bersama tanpa harus selalu berada di tempat lain.
Kami mengajak kamu menyimpan ponsel dan perangkat digital selama berada di sini — bukan sebagai aturan, hanya sebagai ajakan untuk lebih hadir.
Ini sesuatu yang kami nikmati, dan ingin kami bagikan.
NENEK bukan tentang kesempurnaan. NENEK tentang kehadiran.
Momen nyata. Cahaya lembut. Tekstur yang jujur. Benda-benda buatan tangan. Orang-orang yang berkumpul.
Ruang yang selalu berubah bersama orang-orang yang memasukinya, hal-hal yang mereka buat, dan cerita yang mereka bawa.
Sebuah rumah kecil di Ubud, Bali untuk kenyamanan, rasa ingin tahu, keterhubungan, dan berkarya. Datanglah apa adanya. Melambatlah. Tinggallah sejenak.
rumah saudara: showroom SNUG · SNUG X AMRITA
Jl. Pempatan Munggu, Mengwi, Badung, Bali